Skip to content
18 Agustus 2010 / adharengga

Merdekaku

Merdekaku belum tentu merdekamu. Merdekaku adalah sepenuhnya menjadi manusia yang lepas dari segala keterikatan diri, mandiri dan bebas menentukan pilihan. Perjuangan untuk merdeka adalah perjuangan untuk hidup, selalu produktif untuk menjadi jati diri yang berdaulat, adil dan makmur. Jangan pernah menyerah untuk mengganti darah para pahlawan di medan pertempuran dengan peluh kreativitas di medan kehidupan. Terima kasih para pahlawan negeriku, tanggung jawab untuk kebebasanku. MERDEKA!

4 Maret 2010 / adharengga

Setengah mabuk

Kejadiannya sekitar 2 tahun yang lalu. Sepulang dari nongkrong dan minum alkohol bersama teman kuliah, lansung mampir ke apotik karena teringat untuk membeli antimo agar tidak mabuk beneran sesampainya di rumah. setelah memasuki apotik, jadi curiga karena dilihatin mbak yg jaga apotik sambil senyam_senyum. Kucoba memberanikan diri untuk bertanya: “mbak, kenapa daritadi senyam-senyum ngelihatin aku?” mbaknya malah tertawa, lalu bilang: “mas, ini apotik bukan masjid, jadi kalau masuk sandalnya dipakai saja gak usah dicopot di depan”. Tersontak kaget dan malu luar biasa mendengar perkataan mbak yg jaga apotik, apalagi masih banyak orang di dalam apotik dan ikutan senyam-senyum menyerupai tertawa, rasanya seperti terkena petir di sundel bolong. Dan sejak peristiwa itu, kalau lagi mabuk paling anti masuk apotik..

28 November 2009 / adharengga

aku dalam balutan koteka

Bersyukurlah malaysia tidak mengklaim koteka sebagai salah satu budayanya. Gambar ini diambil ketika aku sedang pergi ke papua (tepatnya di desa fuck-fuck) untuk berburu harimau bercula yang kabarnya sangat langka. Setelah dua minggu mengarungi desa fuck-fuck, ternyata hanya memperoleh hasil yang nihil. Tidak menemukan harimau bercula, malah menemukan badak berjilbab dan buaya berkaki rusa πŸ˜†

Peristiwa yang paling menarik waktu berada disana adalah ketika melihat terjadinya fenomena alam yang dasyat, dimana para penduduk desa fuck-fuck sebagian besar telah menggunakan iphone sebagai alat komunikasi dan apple groak sebagai makanan utamanya. Satu hal lagi yang bikin ngakak, penduduk desa fuck-fuck menamai koteka mereka dengan kondom kayu. Demikian liputan perjalanan saya yang sangat tidak berguna untuk diceritakan, sampai jumpa di liputan perjalanan saya berikutnya, terima kasih.. πŸ˜†

24 November 2009 / adharengga

hitam putih

Kemarin merasakan Surabaya mendung untuk pertama kalinya setelah hampir 7 bulan. Cuaca yang begitu dingin membuat aku dan temanku, si ranggi merasa ingin dibelai oleh kehangatan, kehangatan yang bersahabat dalam tubuh, asal mula kehangatan itu tidak lain dan tidak bukan adalah.. alkohol.. Maka kami memutuskan untuk membeli yang ringan-ringan saja, 2 botol bir hitam dan 2 botol bir bintangΒ  (hitam putih) sepertinya sudah cukup membantu kami dalam meraih kehangatan sore itu.

tersangka ranggi sedang beraksi

Kami memutuskan untuk membeli hitam putih ke supermarket di daerah rungkut (maaf, nama supermarket tidak aku sebutin karena atas permintaan pemilik supermarket) Mungkin karena kami jarang masuk supermarket dan lagi keburu nafsu, jadi lupa bawa keranjang, untunglah pengunjung yang ramai tidak memperdulikan apa yang kami beli. Malah ada seorang ibu setengah baya yang bertanya dan membikin kami kaget:

Ibu yang aneh: “mas, kalau beli jack danniels dimana ya? daritadi nyari kok gak ketemu?”

Ranggi: “waduh bu saya pengunjung baru disini jadi ndak tahu, coba ibu searching di google”

Ibu yang aneh: “wah nanti aku tanya anak saya saja, dia suka film google V soalnya, makasih ya nak..”

ranggi: “iya bu, sama-sama..” πŸ˜†

Setelah itu kami menuju sebuah warung di depan kantor untuk menikmati kehangatan yang dipersembahkan oleh sebuah botol. Penjaga warung sudah mengetahui kedatangan kami, langsung berkata: “memang benar kata surat al-takabeer ayat dua botol yang berbunyi, carilah kehangatan dikala kamu sedang kedinginan..” Sore itu kami benar-benar menikmati kehangatan dan kebersamaan kami, bersama penjaga warung tentunya… *tos* πŸ™‚

23 November 2009 / adharengga

SBY vs Warkop

lagi enak-enaknya menonton pidato presiden di TV tentang bank century dan kasus candra-bibit, malah disuruh ibu ke giant supermarket beli ikan tengiri untuk dimasak buat makan malam. setelah membeli sengaja tidak langsung pulang, tapi mampir dulu ke warkop. Whelahdalah, ternyata di warkop sudah ramai live comment tentang pidato presiden..

Karjo si penarik becak: “daripada mikirin bank century, mending mikir gimana caranya besok cari penumpang di pasar tury” πŸ™‚

Takim si tukang tambal ban: “wuiih, banyak banget yg kasih kritik di twitter, sampai timelineku penuh status tentang SBY” —> kampret..!! meskipun tukang tambal ban, si takim punya account twitter πŸ˜›

Darmaji si penjaga warkop: “saya bingung dengan pidato SBY barusan, saya kira dia lagi baca puisi” πŸ˜€

Minto si tukang nasi goreng: “lho, presiden kita itu SBY to? bukannya Gus Dur?” —> orang ini datang, ngomong dan langsung bikin ngakak, istilahnya vini vidi viciΒ  lol

Setelah menghabiskan sebatang djie sam soe dan segelas teh hangat, akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah (kok jadi seperti anak minggat dari rumah ya?) sesampainya di rumah:

ibu: “kok lama belinya?”

aku: “iya, jalanan macet gara-gara SBY pidato”

ibu: *lempar wajan pas di wajah* 😯

22 November 2009 / adharengga

blog baru, baru aja di blog.. (go blog)

Masih bingung dan mati gaya buat posting di blog yang baru aku bikin ini, itulah alasan kenapa postingan pertama ini aku beri judul go blog. Aku jadi berpikir kalau mempunyai blog baru itu seperti punya pacar baru, bingung bagaimana memperlakukannya dengan benar, memuaskan dan membuatnya terlihat tidak membosankan. Tapi yang terpenting dari semua itu adalah sudah tersedianya media untuk menuangkan ide tidak kreatifku yang mungkin memang tidak layak untuk dibaca.

selamat datang di adharengga’s blog πŸ˜€